Chinatown

Wisata Lengkap di Chinatown Singapura

Chinatown merupakan salah satu kawasan di Singapura yang kental dengan nuansa budaya Cina. Terdapat banyak gedung dengan arsitektur bergaya abad pertengahan yang masih dipertahankan hingga saat ini. Kawasan ini menjadi salah satu tujuan wisata terpopuler di Singapura karena kelengkapan pengalaman wisata yang ditawarkan. Di Chinatown, pengunjung bisa melakukan wisata belanja, wisata sejarah, wisata budaya, sampai wisata kuliner.

Kegiatan Wisata di Chinatown

Wisata Belanja di Chinatown
Jika ingin berwisata belanja, Chinatown memiliki banyak kios-kios kecil yang menawarkan berbagai macam barang dagangan mulai dari produk fashion seperti baju, tas, dan sepatu, sampai pernak-pernik untuk oleh-oleh misalnya gantungan kunci, kipas, kaca mata, dan pajangan. Sama seperti di kios-kios kaki lima di Indonesia, pengunjung boleh menawar harga barang yang akan mereka beli jika dirasa terlalu mahal. Jika pandai menawar, wisatawan bisa mendapatkan barang-barang yang diinginkan dengan harga yang amat murah.

Wisata Kuliner di Chinatown
Kios-kios di Chinatown tak hanya menjual souvenir dan produk-produk fashion, tetapi juga jajanan dan makanan. Biasanya, kios-kios makanan di Chinatown baru bermunculan pada sore hari menjelang malam. Berbagai jenis makanan mulai dari seafood hingga masakan Cina dapat ditemukan di sini. Namun, bagi pengunjung yang beragama Islam diharapkan berhati-hati jika ingin makan di Chinatown. Pasalnya, banyak makanan yang termasuk kategori tidak halal karena mengandung minyak babi.

Wisata Sejarah dan Religi di Chinatown
Jika sudah puas berbelanja dan mencicipi berbagai hidangan, pengunjung juga bisa berjalan-jalan di kawasan Chinatown sambil melihat-lihat bangunan dengan gaya arsitektur Baroko dan Victorian, gaya arsitektur yang berasal dari abad ke 16 dan ke 18 di Italia. Chinatown juga memiliki candi Hindu tertua di Singapura bernama Sri Mariamman Temple. Kuil ini dapat dikunjungi setiap hari oleh para pengunjung tanpa dipungut biaya sepeserpun. Hanya saja, pengunjung harus melepas alas kaki sebelum masuk ke areal kuil.

Objek wisata religi menarik lainnya di Chinatown adalah Buddha Tooth Relic Temple atau Kuil Relik Gigi Buddha yang menjadi pusat wisata religi bagi umat Buddha di Singapura. Konon, Buddha Tooth Relic Temple menjadi salah satu tempat penyimpanan relik gigi Buddha. Dari situlah nama kuil tersebut berasal.

Pembagian Kawasan di Chinatown

Chinatown terdiri atas 5 kawasan yang berbeda yaitu Kreta Ayer, Teluk Ayer, Tanjong Pagar, Bukit Pasoh. Ann Siang Hill. Tiap-tiap kawasan memiliki ciri khas dan daya tarik masing-masing di mata warga lokal dan wisatawan. Sebagai contoh, kawasan Kreta Ayer populer dengan pasar malamnya sedangkan Bukit Pasoh dipenuhi dengan rumah-rumah penduduk dengan gaya arsitektur khas Cina. Informasi lebih lanjut mengenai pembagian kawasan di Chinatown Singapura tersedia di bawah ini.

Kreta Ayer
Kreta Ayer, dalam bahasa Indonesia berarti kereta atau gerobak air, bisa dibilang sebagai pusatnya Chinatown. Kawasan inilah yang paling identik dengan sebutan Chinatown mengingat sebagian besar daya tarik Chinatown seperti pasar malam, pusat jajanan tradisional sampai Chinatown Heritage Center berlokasi di Kreta Ayer. Pada akhir abad ke 19, Kreta Ayer dikenal sebagai red light district di Singapura.

Kereta Ayer

Kreta Ayer

Bukit Pasoh
Bukit Pasoh sering disebut sebagai “jalan marga”. Mengapa? Karena di sepanjang Jalan Bukit Pasoh banyak terdapat asosiasi atau perkumpulan marga dan budaya Cina. Uniknya, perkumpulan-perkumpulan marga dan budaya tradisional Cina di Bukit Pasoh berdiri berdampingan dengan hotel-hotel dan restoran modern di wilayah tersebut.

Tanjong Pagar
Ingin mengelilingi kawasan Chinatown Singapura dengan becak? Berjalanlah ke arah Tanjong Pagar / Tanjung Pagar. Wilayah ini menjadi pusat mangkal para pengayuh becak di Chinatown. Di kawasan ini, wisatawan juga bisa menemukan tempat-tempat hiburan malam dan sejumlah besar salon kecantikan.

Telok Ayer
Telok Ayer merupakan kawasan yang tepat untuk melakukan wisata sejarah dan religi. Di tempat ini, terdapat banyak masjid serta kuil Buddha dengan gaya arsitektur Cina. Salah satu kuil populer di kawasan ini adalah Kuil Thian Hock Keng yang tercatat sebagai kuil Hokkien tertua di Singapura.

Bukit Ann Siang
Bukit Ann Siang atau Ann Siang Hill merupakan sebuah bukit kecil di kawasan Chinatown Singapura. Kawasan ini dipenuhi dengan rumah-rumah yang dibangun sekitar tahun 1900 hingga 1950-an. Kemunculan berbagai kafe dan restoran modern menjadikan Ann Siang Hill dan Ann Siang Road sebagai tempat berkumpul anak-anak muda di Singapura.

Lokasi Chinatown

Chinatown Singapura berada di kawasan Outram, bagian selatan daratan utama Singapura. Karena dilalui oleh MRT (Mass Rapid Transit), Chinatown mudah dijangkau dari berbagai wilayah di Singapura. Untuk mencapai Chinatown dengan MRT, wisatawan bisa menggunakan North East Line (NEL) dan turun di Stasiun MRT Chinatown. Bisa juga menggunakan East West Line (EWL) dan turun di Stasiun Outram Park. Stasiun ini menjadi tempat transit antara East West Line dan North East Line.

North East Line ditandai dengan warna ungu sementara East West Line dengan warna hijau dalam peta kereta Singapura. Biaya bervariasi tergantung jauh dekatnya jarak yang ditempuh wisatawan selama menggunakan MRT. Selain MRT, wisatawan juga bisa mencapai Chinatown Singapura dengan menggunakan bus umum.

MRT Singapura

MRT Singapura

Akomodasi di Chinatown

Tak perlu bingung menentukan tempat penginapan selama berada di Chinatown karena kawasan ini dipenuhi dengan berbagai jenis akomodasi mulai dari hotel dan penginapan murah sampai hotel mewah berbintang. Jika ingin menginap di hotel dengan tarif terjangkau, carilah jaringan Hotel 81, Fragrance Hotel, atau Value Hotel di kawasan Chinatown. Hotel-hotel tersebut menawarkan tarif cukup terjangkau dibanding hotel Singapura lainnya yaitu sekitar Rp500.000 hingga Rp1.000.000 per malam.

Masih kurang murah? Menginap saja di hostel dan guest house yang juga tersedia di kawasan ini. Tarif hotel dan guest house cenderung lebih murah mulai dari Rp200.000 hingga Rp500.000 per malam. Syaratnya, kamu harus rela berbagi kamar dengan pengunjung lainnya. Terkadang, penginapan murah di Singapura menawarkan kamar mirip asrama yang bisa muat hingga 10 orang per kamar. Berikut adalah beberapa hotel yang tersedia di Chinatown dan sekitarnya.

- Hotel 81 Chinatown
- Inn at Temple Street
- Furama City Center
- Hotel 1929

Tahun Baru Imlek di Chinatown

Mayoritas penduduk Singapura merupakan keturunan Cina sehingga perayaan Tahun Baru Imlek di negara tersebut biasanya berlangsung dengan amat meriah. Chinatown menjadi salah satu pusat perayaan Tahun Baru Imlek di Singapura. Selama perayaan Tahun Baru Imlek, kawasan Chinatown menjadi jauh lebih meriah dan bersemangat dari biasanya.

Lampion-lampion merah menghiasi seluruh penjuru Chinatown sementara jalannya dipenuhi dengan kios-kios kecil yang menjual berbagai pernak-pernik Tahun Baru. Selama musim perayaan tahun baru, kesenian tradisional Cina seperti barongsai, liong, dan tari-tarian dipertunjukan di sepanjang jalan. Nyala kembang api dan ledakan petasan yang tak henti-henti menambah meriah perayaan Tahun Baru Imlek di Chinatown.

Banyak wisatawan sengaja mengunjungi Chinatown untuk merayakan Tahun Baru Imlek. Oleh sebab itu, hotel-hotel di kawasan tersebut biasanya terisi penuh dan alat-alat transportasi menjadi jauh lebih padat dibanding biasanya.

Suasana Tahun Baru Imlek di Chinatown

Suasana Tahun Baru Imlek di Chinatown

Image credit Sengkang 1Sengkang 2Calvin Teo, Cmglee

Tertarik? Segera susun rencana jalan-jalanmu dan jangan lupa pesan hotelnya di VoucherHotel.com