Dalat

Ada Apa di Vietnam?

Vietnam atau lengkapnya Republik Sosialis Vietnam merupakan negara Asia Tenggara yang terletak di bagian paling timur di Semenanjung Indochina. Belum lama terbebas dari perang, Vietnam masih termasuk ke dalam kategori negara miskin dengan perkiraan PDB hanya US$280,2 miliar pada tahun 2006. Namun, negeri ini terus berkembang pesat dengan mencatatkan rekor pertumbuhan ekonomi sebesar 8,44% pada tahun 2007. Perlahan, Vietnam juga mulai membenahi sektor transportasi dan pariwisata hingga mampu menarik kunjungan dari jutaan wisatawan asing setiap tahunnya.

Tempat Menarik di Vietnam

Faktor utama yang menunjang industri pariwisata di Vietnam adalah penampakan alamnya yang indah, kebudayaan yang unik dan beragam, keberadaan bangunan serta monumen yang kuno dan bersejarah, masakan lokal yang lezat, serta penduduk asli yang ramah. Berikut adalah beberapa contoh tempat menarik di Vietnam.

Ha Long Bay
Ha Long Bay atau Teluk Ha Long menjadi salah satu destinasi wisata terpopuler di Vietnam. Tempat wisata yang menonjolkan laguna biru tenang ini menarik minat pengunjung karena keindahan alamnya. Teluk Ha Long yang termasuk ke dalam situs warisan dunia UNESCO memiliki suasana yang tenang namun terkesan misterius. Pemandangan yang ditawarkan oleh Ha Long Bay adalah laguna tenang berwarna biru jernih berhiaskan bongkahan batu kapur raksasa.

Pasar Terapung Mekong Delta
Mekong Delta menampilkan pemandangan unik berupa pasar terapung di mana penjual dan pembeli melakukan transaksi di atas perahu. Barang-barang yang dijual kebanyakan sayuran, buah-buahan, serta barang-barang kebutuhan sehari-hari. Wisatawan juga bisa menyewa perahu dan berkeliling sungai sambil menyaksikan kehidupan penduduk di sekitar Delta Sungai Mekong. Sebagian wisatawan merasa senang sekaligus heran melihat penduduk lokal berendam di sungai sambil mandi dan mencuci baju atau menyaksikan anak-anak kecil bermain-main di atas perahu dan terkadang melambai ramah ke arah wisatawan.

Pasar Terapung

Pasar Terapung

Ho Chi Minh City
Ho Chi Minh City tercatat sebagai kota terbesar di Vietnam yang pernah berperan sebagai ibukota negara. Tak heran jika kawasan ini masih menyimpan banyak bangunan penting peninggalan zaman penjajahan Perancis. Istana Reunifikasi (Reunification Palace), Balai Kota, dan Teater Kota bisa dibilang sebagai bangunan sisa penjajahan yang paling menonjol di kota yang dulunya bernama Saigon tersebut. Selain bangunan megah, Ho Chi Minh City juga memiliki tempat wisata keluarga seperti kebun binatang dan taman bermain.

Hanoi
Berperan sebagai ibukota Vietnam, kota Hanoi mungkin terkesan sibuk dan ramai. Namun, hal tersebut tidak mengurangi daya tarik Hanoi di mata wisatawan. Di samping kesan metropolitan yang melekat pada Hanoi, kota ini masih memiliki bangunan bersejarah yang bentuk dan tampilannya sama sekali tak terpengaruh perkembangan zaman. Namun, daya tarik utama yang dimiliki Hanoi adalah biaya wisata yang amat terjangkau. Hanoi dinobatkan sebagai salah satu destinasi wisata termurah di dunia versi TripAdvisor pada tahun 2012.

Phu Quoc
Wisatawan yang merindukan suasana pantai bisa menuju ke Phu Quoc yang terletak di lepas pantai barat daya Vietnam. Phu Quoc tercatat sebagai pulau terbesar di Vietnam yang memiliki pantai tropis indah dengan permukaan pantai yang landai, pasir yang halus, serta air jernih kebiruan.

Nha Trang
Sama seperti Phu Quoc, Nha Trang terkenal dengan keindahan pantainya. Kawasan pesisir di bagian tenggara Vietnam ini memiliki pantai-pantai berpasir putih dan berair jernih yang cocok untuk melakukan skuba diving. Pantai Nha Trang tak hanya populer di kalangan wisatawan mancanegara tetapi juga turis-turis lokal dari berbagai wilayah di Vietnam. Pada tahun 2008, Nha Trang berperan sebagai tuan rumah Miss Universe. 2 tahun setelahnya, kompetisi Miss Earth juga dilangsungkan di kawasan tenggara Vietnam tersebut.

Da Lat
Da Lat atau Dalat bisa dibilang sebagai kawasan paling unik di Vietnam. Pasalnya, ibukota Provinsi Lam Dong ini diselimuti dengan kabut dan udara sejuk sepanjang tahun, sementara kawasan lainnya di Vietnam memiliki iklim tropis. Keunikan ini menyebabkan Da Lat dijuluki sebagai kota musim semi. Udara sejuk sepanjang tahun di Da Lat membuat kawasan ini mampu memproduksi kubis dan kembang kol sepanjang tahun. Selain udara yang sejuk, Dalat juga memiliki pemandangan indah berupa barisan pohon pinus dan jalan yang berkelok-kelok.

Dalat

Dalat

Wisata Murah di Vietnam

Berlibur ke Vietnam membutuhkan biaya yang agak lebih murah dibanding negara-negara Asia lainnya. Hal ini dipengaruhi oleh mata uang Vietnam, dong, yang memiliki nilai tukar rendah, bahkan lebih rendah dibandingkan rupiah. Rendahnya nilai tukar dong membuat biaya akomodasi, transportasi, makanan, dan belanja di Vietnam terasa lebih murah bagi para turis asing. Berwisata ke Vietnam sepertinya tak akan lebih mahal dari Jakarta.

Akomodasi di Vietnam
Banyak hotel di Ho Chi Minh City, ibukota Vietnam, memasang tarif hanya sekitar Rp100.000 per malam. Wisatawan juga bisa menemukan penginapan-penginapan murah dengan tarif di bawah Rp100.000 per malam, contohnya hostel budget bernama Saigon Zoom 3 Hostel yang berlokasi di Ho Chi Minh City. Namun, bukan berarti Vietnam tak memiliki hotel berbintang yang menawarkan hunian mewah dengan kualitas pelayanan yang profesional. Hotel-hotel mewah umumnya banyak tersedia di kota-kota besar Vietnam seperti Ho Chi Minh City dan Saigon.

Transportasi di Vietnam
Bandara Internasional Tan Son Nhat di Ho Chi Minh City menjadi pintu gerbang utama untuk masuk ke Vietnam. Singapore Airlines dan Tiger Air merupakan beberapa maskapai yang melayani rute Jakarta-Ho Chi Minh City dengan transit di Singapura. Wisatawan juga bisa menggunakan maskapai lain menuju Changi Airport terlebih dahulu, baru kemudian melanjutkan ke Bandara Tan Son Nhat.

Bandara Tan Son Nhat

Bandara Tan Son Nhat

Selain Bandara Tan Son Nhat, bandara Da Nang di Hanoi juga melayani penerbangan internasional dari dan menuju Vietnam. Meski melayani ibukota Vietnam, bandara Hanoi memiliki kapasitas yang jauh lebih kecil dari Tan Son Nhat. Jika Tan Son Nhat mampu melayani 15-17 juta per tahun, maka bandara Hanoi hanya mampu melayani separuhnya saja yaitu sekitar 8 juta penumpang per tahun. Wisatawan dari Jakarta bisa menggunakan Tiger Air untuk menuju Hanoi.

Kereta menjadi salah satu alat transportasi utama untuk menyusuri Vietnam. Jalur kereta utama di negara ini membentang sepanjang 2.600 km dan mencakup sekitar 280 stasiun. Sekitar sepertiga dari panjang jalur kereta di Vietnam menghubungkan dua kota terbesar di negara tersebut yaitu Hanoi dan Ho Chi Minh City. Sayangnya, kondisi kereta di Vietnam banyak yang kurang terawat dan tak jarang, terjadi kecelakaan darat yang melibatkan kereta di Vietnam.

Alternatif transportasi lainnya di Vietnam adalah dengan menggunakan bus, taksi, ojek, atau becak. Jenis transportasi ini tersedia di hampir seluruh kawasan Vietnam. Untuk jarak dekat, taksi bisa menjadi pilihan transportasi terbaik. Tarif taksi di Vietnam cukup terjangkau jika menggunakan argometer normal.

Wisatawan diharapkan berhati-hati ketika menggunakan taksi. Pasalnya, ada banyak pengemudi nakal yang seringkali sengaja tidak menggunakan argo, membawa penumpang berputar, atau berpura-pura tersesat agar penumpang membayar ongkos yang lebih mahal. Jika ingin menggunakan taksi di Vietnam, pilihlah taksi Mailinh atau Vinasun yang terkenal memiliki reputasi baik di Vietnam.

Image credit DoronNguyen tan phat, Lu’u Ly

Tertarik? Segera susun rencana jalan-jalanmu dan jangan lupa pesan hotelnya di VoucherHotel.com