Menyaksikan Keindahan Matahari Terbit di Gunung Bromo

Pencinta traveling di Indonesia pasti pernah mendengar tentang Gunung Bromo. Gunung berapi aktif yang menjulang setinggi 2.392 meter ini memiliki pemandangan matahari terbit yang begitu indah hingga mampu memikat wisatawan lokal dan mancanegara. Tak hanya pemandangan matahari terbit, Bromo juga terkenal dengan lautan pasir unik yang membentang seluas 5.240 hektar. Mengapa unik? Karena lautan pasir yang biasanya terdapat di dataran rendah pinggir pantai ternyata dapat ditemui di kawasan pegunungan dengan ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut.

Lokasi Gunung Bromo

Gunung Bromo terletak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang mencakup 4 wilayah berbeda yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, dan Pemalang di Provinsi Jawa Timur. Wisatawan dari Jakarta dapat mencapai kompleks Taman Nasional Bromo Tengger Semeru setelah menempuh perjalanan sekitar 20-24 jam dengan menggunakan bus atau mobil pribadi.

Alternatif lainnya adalah dengan menggunakan pesawat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke Bandara Juanda di Surabaya. Lalu meneruskan dengan bus ke arah Probolinggo dan dilanjutkan dengan angkutan desa hingga ke kawasan Ngadisari. Kamu juga bisa menggunakan kereta api jurusan Jakarta-Surabaya dan diteruskan dengan kereta jurusan Surabaya-Banyuwangi.

Dari bagian bawah Taman Nasional, wisatawan bisa menggunakan mobil Jip atau Elf untuk mencapai bagian atas pegunungan. Menggunakan Jip tentunya akan jauh lebih mahal dibanding mobil Elf. Biasanya mobil Elf digunakan sebagai transportasi bagi pengunjung yang datang secara rombongan.

Harap berhati-hati karena para pengemudi kerap ngebut meski lintasan mobil terbilang sulit dengan banyaknya tikungan tajam berbatas jurang. Setelah menempuh perjalanan sekitar 1-1,5 jam, wisatawan akan diturunkan di sebuah kawasan di mana terdapat warung-warung jajanan dan toilet umum.

Dari titik tersebut, wisatawan bisa meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki dan menaiki ratusan tangga hingga tiba di Gunung Pananjakan. Di sinilah lokasi terbaik untuk menyaksikan pemandangan matahari terbit yang indah di balik Gunung Bromo.

Gunung Bromo

Gunung Bromo

Ada Apa di Gunung Bromo?

Meski tak sebesar gunung berapi lainnya di Indonesia, Gunung Bromo terkenal memiliki pemandangan yang spektakuler. Dilihat dari kejauhan, Bromo dan gunung-gunung di sekitarnya tampak seperti gundukan tanah kecoklatan raksasa yang menghembuskan asap tebal putih di atas hamparan pasir halus. Tak heran jika Gunung Bromo menjadi salah satu objek gambar favorit bagi para pencinta fotografi.

Sunrise Gunung Bromo
Pemandangan matahari terbit (sunrise) di Gunung Bromo tampak jauh lebih menakjubkan. Demi menyaksikan keindahan sunrise Gunung Bromo, banyak wisatawan yang rela bangun tengah malam dan memulai perjalanan ke Gunung Penanjakan dengan ketinggian 2.770 meter. Dari atas gunung ini, pemandangan sunrise tampak jelas dan indah mulai dari semburat keemasan hingga penampakan matahari berbentuk bulat oranye sempurna yang muncul di antara pegunungan.

Wisatawan yang ingin menyaksikan pemandangan matahari terbit Gunung Bromo disarankan membawa jaket tebal, sarung tangan, penutup kepala dan masker. Suhu di kawasan ini sangat dingin, sekitar tiga sampai dua puluh derajat Celsius saat dini hari menjelang pagi. Di musim kemarau, suhu bahkan bisa mencapai di bawah nol derajat Celsius. Namun, ketika matahari sudah muncul, suhu akan mulai menghangat dan dengan cepat berubah menjadi panas menjelang siang.

Sunrise di Bromo

Sunrise di Bromo

Lautan Pasir Gunung Bromo
Puas mengagumi keindahan matahari terbit di Gunung Bromo, wisatawan biasanya turun ke lautan pasir. Mengingat curamnya medan yang harus ditempuh, tidak disarankan bagi pengunjung untuk menuju lautan pasir dari Penanjakan dengan menggunakan mobil pribadi. Alternatifnya ialah menyewa kendaraan khusus beserta pengemudi yang ahli, naik kuda, atau berjalan kaki. Umumnya, wisatawan menggunakan paket perjalanan lengkap yang menyediakan transportasi mulai dari luar kawasan Taman Nasional ke Gunung Penanjakan hingga ke Lautan Pasir.

Di lautan pasir yang luas, wisatawan bisa berkeliling naik kuda, menyewa mobil 4wd (4 wheel drives), atau berfoto dengan latar belakang Gunung Bromo. Banyak penduduk lokal menjajakan kaos dan suvenir yang bisa dijadikan oleh-oleh atau kenang-kenangan pertanda kunjungan ke Bromo. Jika belum merasa lelah, wisatawan juga bisa melihat kawah Gunung Bromo dari dekat dengan menaiki 250 anak tangga dari kaki gunung Bromo menuju puncak. Dari puncak Gunung Bromo, tampak pemandangan unik berupa pura yang dikelilingi oleh lautan pasir.

Pura Luhur Poten
Pura yang terletak di tengah-tengah lautan pasir di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru itu bernama Pura Luhur Poten. Pura yang didirikan pada tahun 2000 ini merupakan pusat ibadah bagi umat Hindu dari Suku Tengger yang menghuni kawasan sekitar Gunung Bromo. Masyarakat setempat menjadikan Pura Luhur Poten sebagai tempat pemujaan Dewa Brahma (Brohmo). Dari situlah nama Gunung Bromo berasal. Pura Luhur Poten juga menjadi tempat penyelenggaraan festival Yadnya Kasada (Kosodo) yang diadakan oleh masyarakat Suku Tengger setiap tahun.

Festival Yadnya Kasada
Festival Yadnya Kasada diselenggarakan di hari ke-14 bulan Kasada dalam sistem penanggalan Hindu. Masyarakat Tengger melakukan festival Yadnya Kasada (Kosodo) dengan mempersembahkan sayuran, hewan, serta uang ke dalam kawah gunung berapi. Festival ini diadakan mulai tengah malam hingga dini hari dengan tujuan mengangkat dukun atau tabib dari setiap desa di kawasan Gunung Bromo. Banyak wisatawan sengaja mencocokkan waktu kunjungan mereka ke Gunung Bromo untuk menyaksikan festival Yadnya Kasada.

Akomodasi Dekat Gunung Bromo
Ingin berkunjung ke Gunung Bromo namun bingung mencari penginapan? Hotel-hotel di bawah ini mungkin bisa menjadi pilihan akomodasi yang tepat selama berwisata di Gunung Bromo.

- Tretes Raya Hotel and Resort
- Inna Tretes
- Merbabu Guesthouse
- D’Fresh Guesthouse

Biaya Wisata ke Gunung Bromo
Biaya yang dibutuhkan untuk berwisata ke Gunung Bromo bisa beragam tergantung jenis akomodasi dan transportasi yang dipilih serta jumlah wisatawan yang ikut. Banyak agen perjalanan menawarkan wisata ke Gunung Bromo 2 hari 1 malam dengan harga mulai dari Rp600.000 hingga lebih dari Rp1.000.000 per orang, tergantung banyaknya peserta yang ikut. Harga tersebut sudah termasuk hotel, jip untuk naik ke Pananjakan dan lautan pasir di Gunung Bromo, biaya makan, dan lain-lain.

Jika ingin mengurus seluruh keperluan wisata sendiri, kamu mungkin bisa mendapatkan harga yang lebih murah. Sebagai gambaran, harga sewa 1 mobil jip untuk naik ke Gunung Pananjakan dan mengarungi lautan pasir adalah sekitar Rp600.000. Namun, mobil tersebut memiliki kapasitas 6 orang sehingga biaya transportasi bisa dibagi 6 menjadi Rp100.000 per orang.

Untuk urusan akomodasi, kamu bisa menginap di hotel berbintang di luar kawasan TN Bromo Tengger Semeru atau menyewa rumah penduduk di kecamatan Ngadisari. Biasanya, penduduk lokal bersedia menyewakan rumahnya dengan harga terjangkau sekitar Rp100.000 hingga Rp200.000 per malam. Asyiknya lagi, rumah penduduk biasanya boleh ditempati secara rombongan.

Anggaran penting lainnya adalah makanan. Terdapat banyak warung makanan dan jajanan di sekitar kawasan TN Bromo Tengger Semeru. Namanya juga kawasan wisata, maklum saja jika harganya sedikit lebih mahal dibanding harga makanan di luaran sana. Jika ingin berhemat, kamu bisa memesan mie instan atau makan nasi dengan gorengan. Tapi, makanan tersebut tak akan memberi cukup nutrisi dan energi untuk menjelajahi seluruh keindahan Gunung Bromo.

Image credit  Thomas Hirsch

Tertarik? Segera susun rencana jalan-jalanmu dan jangan lupa pesan hotelnya di VoucherHotel.com