Cheng Beng 2014

Festival Qing Ming / Cheng Beng

Cheng Beng (Ceng Beng) atau Qing Ming merupakan festival tradisional Cina yang dirayakan setiap tahun oleh etnis Tionghoa dan keturunan Tionghoa di berbagai belahan dunia. Pada hari tersebut, warga keturunan Cina berziarah, bersembahyang, dan membersihkan makan para leluhur sesuai dengan kepercayaan Khonghucu. Di beberapa negara, Cheng Beng juga disebut sebagai Hari Membersihkan Makam (Tomb Sweeping Day), Hari Leluhur (Ancestors Day), serta Hari Peringatan Cina (Chinese Memorial Day).

Tanggal Peringatan Cheng Beng

Festival Cheng Beng jatuh pada hari ke 104 setelah titik balik matahari di musim dingin (Chinese winter solstice) atau festival Dongzhi. Dalam kalender Masehi, festival Cheng Beng biasa dirayakan pada tanggal 5 April, sedangkan pada tahun kabisat, festival Cheng Beng jatuh pada tanggal 4 April. Namun pada kenyataannya, banyak negara merayakan festival Cheng Beng antara tanggal 4 dan 5 setiap tahunnya.

Kapan Cheng Beng 2014?
Cheng Beng 2014 (Qingming 2014) jatuh pada hari Sabtu, 5 April 2014. Sementara sembahyang kubur Cheng Beng 2014 boleh diadakan mulai pada Vernal Equinox atau tanggal 20 Maret 2014, tergantung persetujuan dan tradisi keluarga masing-masing.

Awal Mula Peringatan Cheng Beng

Peringatan Ceng Beng berasal dari sebuah kisah sedih tentang seorang laki-laki bernama Jie Zitui. Ia adalah seorang pelayan setia dari seorang Tuan bernama Wen. Suatu hari, Jie kesulitan menemukan makanan untuk ia dan tuannya sehingga Jie memutuskan untuk membuat sup dari daging pahanya sendiri.

Paham akan kesetiaan Jie, Tuan Wen menjanjikan penghargaan dan hadiah yang besar jika ia sukses menjadi Raja. Namun, Jie tidak menginginkan semua itu sehingga ia memutuskan untuk berhenti bekerja dan tinggal bersama ibunya di hutan.

Wen yang sudah sukses menjadi penguasa berusaha mencari Jie dengan menelusuri hutan untuk memberikan penghargaan. Ketika sang penguasa tidak berhasil menemukan Jie, ia memerintahkan bawahannya untuk membakar seluruh hutan dengan harapan Jie akan keluar dari hutan dan menemuinya.

Malangnya, Jie tidak keluar dari hutan melainkan terbunuh akibat pembakaran hutan tersebut. Merasa sangat menyesal dengan apa yang telah ia lakukan, Wen memerintahkan warga untuk tidak menggunakan api dan hanya memakan makanan dingin untuk memperingati kematian Jie. Kini, hari peringatan tersebut dikenal sebagai Cheng Beng atau Qing Ming.

Tradisi Perayaan Cheng Beng 2014

Meski Cheng Beng berasal dari sebuah kisah sedih, festival tersebut dirayakan dengan sangat meriah di berbagai negara termasuk Cina, Hong Kong, Taiwan, Makau, Indonesia, Singapura, serta Malaysia. Cheng Beng juga merupakan hari libur umum di Cina, Hong Kong, Taiwan dan Makau.

Dahulu, warga keturunan Tionghoa memperingati Cheng Beng dengan memakan makanan dingin, namun kini, tradisi tersebut berkembang dengan adanya tradisi berziarah ke makam dan membersihkan kuburan nenek moyang. Tidak hanya itu, bunga-bungaan, makanan, hingga barang-barang mewah seperti tas dan perangkat elektronik juga dipersembahkan ke makam dengan harapan barang-barang tersebut akan diterima oleh nenek moyang mereka di alamnya.

Sebagian warga keturunan Tionghoa melakukan ziarah ke makam nenek moyang tepat di hari perayaan Cheng Beng, namun sebagian lagi mengunjungi makan antara tanggal 21 Maret sampai 5 April setiap tahunnya.

Tradisi lain yang biasa dilakukan saat Cheng Beng adalah peletakan dahan atau ranting pohon dedalu di depan rumah. Tradisi ini biasa dilakukan oleh para petani dengan tujuan mengusir roh jahat yang berniat masuk ke dalam rumah. Selain itu, warga keturunan Cina juga memiliki kebiasaan menerbangkan layang-layang yang telah dipasangi dengan lentera-lentera kecil sehingga layang-layang tersebut terlihat berkelap-kelip ketika diterbangkan.

Selamat Merayakan Cheng Beng 2014 !
Selamat Merayakan Festival Qing Ming 2014 !

Tertarik? Segera susun rencana jalan-jalanmu dan jangan lupa pesan hotelnya di VoucherHotel.com
  • http://wikipedia.org Qing Ming Festival

    Terima kasih. Info cheng beng-nya menarik sekali.

  • Ocha

    Tradisi cheng beng unik jg ya,
    klo di Indonesia ada tradisi persembahan barang2 mewah ke makam, pasti besoknya langsung dijarah deh..